Minggu, 08 September 2013

ASAL MULA NAMA DESA



Asal Mula Desa Saripan

Pada saat zaman penjajahan Belanda, di suatu tempat didatangi oleh beberapa ulama bernama Mbah Pangeran Syarif, Mbah Moliki, Mbah Jenggala, dan Mbah Sumadirjan. Mereka datang ke tempat tersebut bertujuan untuk menyebarkan agama Islam. Penduduk sekitar menyambut mereka dengan baik. Penyebaran agama Islam di sanapun berjalan lancar. Waktu berlalu, sampai akhirnya Mbah Pangeran Syarif, Mbah Moliki, Mbah Jenggala, dan Mbah Sumadirjan meninggal dunia.
“Bagaimana kalau desa kita dinamakan Desa Saripan?” usul salah seorang penduduk
“Setuju.” Jawab para penduduk serempak
Karena Mbah Pangeran Syarif adalah ulama besar dan dianggap sesepuh oleh penduduk, maka penduduk sepakat memberi nama desa mereka Desa Saripan.
Tahun 1857-1881, Jepara dipimpin oleh Adipati terakhir Citro Wirokusumo. Karena Desa Saripan dianggap cocok sebagai lahan peternakan dan masih asri daerahnya, bupati tersebut memerintahkan kepada bawahannya untuk menjadikan sebagian lahan Desa Saripan yaitu RW I sebagai lahan peternakan sapi.waktu silih berganti, masa jabatan Adipati Citro Wirokusumo pun berakhir dan digantikan oleh Bupati KRMAA Sosroningrat yang menjabat selama periode 1881-1905. Lalu Adipati Citro Wiro Kusumo meninggal dan dimakamkan di Nggedong Bapangan.
Di awa jabatan Bupati KRMAA Sosroningrat, Desa Saripan RW I dibebaskan dari lahan peternakan sapi. Sapi-sapi tersebut dijual dan lahannya dibuat rumah-rumah penduduk. Akan tetapi, sebutan kandang sapi masih melekat sampai sekarang. Jadi, Desa Saripan RW I mendapat julukan Desa Saripan Kansa (Kandang Sapi).
Dari hari ke hari Desa Saripan mengalami kemajuan, jalan-jalan diperbaiki. Pihak yang berwenang memberi nama jalan di Desa Saripan RW I, yaitu Jalan Pangeran Syarif karena jalan di RW I merupakan jalan menuju pemakaman Mbah Pangeran Syarif. Sedangkan untuk makam ulama lain seperti Mbah Moliki, Mbah Sumodirjan, dan Mbah Jenggala dimakamkan di tempat-tempat yang berbeda namun masih dalam satu wilayah di Desa Saripan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar