Jumat, 06 Desember 2013

Analisis Drama dengan Pendekatan Ekspresif

A.    Sinopsis Drama Anak “Bunda, Maafkan Aku”

Dalam naskah drama berjudul “Bunda, Maafkan Aku” berisi tentang seorang anak bernama Karin yang durhaka terhadap ibunya. Kedurhakaan itu muncul karena Karin adalah seorang anak yang sangat pintar dan berprestasi tinggi. Ia pun selalu mendapat juara. Kisahnya kedurhakaannya berawal dari ia mendapat juara, teman-temannya memberi selamat kepadanya tetapi ia bersikap sombong dan merasa hanya dia yang paling pintar. Ketika ibunya memberi perhatian kepada Karin atas prestasi yang didapatkannya, Karin menganggap ibunya yang bersikap sok perhatian. Bahkan Karin membentak-bentak ibunya.
Dua puluh tahun kemudian Karin pun sudah mencapai cita-citanya menjadi seorang dokter. Suatu ketika setelah ia memeriksa pasiennya, tiba-tiba dokter Karin jatuh pingsan. Teman-temannya sesama dokter pun panik, dan kemudian ia diperiksa kesehatannya. Ternyata lambung Karin bermasalah hingga membuatnya tidak kuat dan akhirnya jatuh pingsan. Mendengar kabar Karin sakit dan dirawat di rumah sakit,  ibu Karin sangat khawatir dan dengan setia menunggui anaknya hingga ia bangun. Akhirnya Karin terbangun dari pingsannya, ia mendapati ibunya ada di sampingnya. Dokter Reza yang memeriksa Karin menjelaskan bahwa selama ini yang menungguinya adalah ibunya. Mendengar hal tersebut Karin merasa bersalah dan ia pun meminta maaf pada ibunya selama ini sudah menyakiti hati ibunya.

B.     Analisis Drama Anak “Bunda, Maafkan Aku” dengan Pendekatan Ekspresif

Pendekatan ekspresif ini menekankan kepada penyair dalam mengungkapkan atau mencurahkan segala pikiran, perasaan, dan pengalaman pengarang ketika melakukan proses penciptaan karya sastra. Pengarang menciptakannya berdasarkan subjektifitasnya saja, bahkan ada yang beranggapan arbitrer. Padahal, ekspresif yang dimaksud berkenaan dengan daya kontemplasi pengarang dalam proses kreatifnya, sehingga menghasilkan sebuah karya yang baik dan sarat makna.
Para kritikus ekspresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran, presepsi-presepsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra.
Dalam menganalisis drama “Bunda, Maafkan Aku” karya Isnaini DK, menggunakan pendekatan ekspresif yang mengulas karya sastra sebagai ekspresi/curahan, ucapan perasaan, atau sebagai produk imajinasi penyair yang beroperasi/bekerja dengan pikiran-pikiran, perasaan, dan kritik yang cenderung menimbang karya sastra dengan kemulusan, kesejatian, atau kecocokan pelihatan pribadi penyair atau keadaan pikiran. Kritik ini sering dicari dalam karya sastra yang berkaitan dengan fakta-fakta tentang watak khusus dan pengalaman-pengalaman penulis, yang secara sadar ataupun tidak telah membukakan dirinya dalam karyanya tersebut.
Karena pendekatan ini merupakan pendekatan yang mangaitkan sebuah karya sastra dengan pengarangnya. Maka, langkah pertama dalam menerapkan pendekatan ekspresif, seorang kritikus harus mengenal biografi pengarang karya sastra yang akan dikaji.
 Langkah kedua, melakukan penafsiran pemahaman terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam karya sastra, seperti tema, gaya bahasa/ diksi, citraan, dan sebagainya. Seorang kritikus bebas melakukan penafsiran pemahaman terhadap unsur-unsur yang membangun sebuah karya sastra.
 Langkah ketiga, mengaitkan hasil penafsiran dengan berdasarkan tinjauan psikologis/kejiwaan pengarang, Asumsi dasar penelitian psikologi sastra antara lain dipengaruhi oleh anggapan bahwa karya sastra merupakan produk dari suatu kejiwaan dan pemikiran pengarang yang berada pada situasi setengah sadar (subconcius) setelah jelas baru dituangkan ke dalam bentuk secara sadar (conscius).



C.    Biografi Pengarang

Isnaeni DK adalah seorang pengajar dan pendidik. Ia menikmati perannya sebagai pengajar drama. Baginya, drama adalah bagian dari hidupnya. Isnaeni DK senang bersama anak-anak, mengajarkan tentang ekspresi, cara mengucapkan (vokal) dialog, akting, juga pengambilan hikmah dari sebuah naskah drama, dan ia paling suka menulis naskah drama ataupun cerpen untuk anak-anak. Sehingga ia lebih suka meminta anak-anak (siswanya) praktik drama daripada mengajari anak-anak (siswanya) secara teori.
Menurut ibu satu anak ini, anak-anak tidak perlu diceramahi panjang lebar dalam kelas drama karena dengan melakukan akting, mereka belajar sosio drama. Dan menurut Isnaeni DK amanat-amanat yang terkandung dalam alur cerita akan mudah  diserap oleh anak-anak sesuai dengan cara mereka masing-masing.

D.    Latar Belakang Psikologi Pengarang

Pengarang drama anak yang berjudul Bunda, Maafkan Aku merupakan seorang pendidik. Dalam kesehariannya, ia tentu banyak menjumpai siswa-siswi dengan berbagai karakter. Melalui pengamatan secara langsung ketika mengajar, ia menuliskan berbagai kisah yang ia temui di antara anak didiknya. Pengalaman menuntunnya untuk membuat sebuah drama yang berlatar belakang kehidupan sehari-hari.
Di dalam drama tersebut dikisahkan seorang anak yang tinggi hati dan tidak menghormati orang tua. Bisa jadi penulis terinspirasi oleh anak didiknya. Di sekolah, pasti banyak dijumpai anak yang sombong, tinggi hati, dan tidak sopan dengan orang tua. Penulis menuliskan cerita berbentuk drama anak sebagai bahan bacaan untuk anak didiknya. Dengan tema yang mengambil tak jauh dari kehidupan sehari-hari bisa menjadi bahan ajar yang baik untuk anak didiknya. Diharapkan anak-anak akan lebih menghormati orang tua dan tidak tinggi hati terhadap apapun yang dimiliki.

E.     Latar Belakang Sosial dan Budaya

Sebagai seorang pendidik, penulis pasti memiliki anak didik dengan berbagai watak dan perilaku yang berbeda-beda. Penulis menggambarkan watak Karin sebagai sosok yang tinggi hati ketika ia berhasil menjadi juara kelas. Memang, tak sedikit anak yang berubah menjadi sombong ketika berhasil memperoleh juara. Penulis tentu sering menjumpai siswa seperti yang dikisahkan dalam drama.
Ketika masih bersekolah, kita tentu senang jika mendapat juara kelas apalagi jika mendapat pujian dari guru. Bahkan, jika ada siswa yang mengalahkan kita di bidang akademik, rasa kecewa pasti ada. Berbagai reaksi dari para siswa yang mendapatkan juara tentu beragam. Ada yang senang karena akan mendapat hadiah tambahan dari orang tua, ada yang bersikap biasa-biasa saja, dan ada yang bersikap sombong karena merasa dirinya paling pintar. Penulis mengisahkan sosok Karin sebagai anak yang sombong. Ketika ia mendapat juara dan dipuji teman-temannya, ia merasa besar kepala. Ketika teman-temannya mengingatkannya untuk berterima kasih kepada ibunya, ia acuh saja. Ia merasa bahwa kesuksesannya adalah hasil usahanya sendiri,  jadi ia tidak perlu berterima kasih kepada ibunya.
Penggambaran tokoh seperti Karin tentu sering kita jumpai di kalangan anak-anak. Anak yang membentak-bentak orang tua dan orang tua yang hanya bisa pasrah menyaksikan tingkah laku putra-putrinya. Selain dari sekolah, penulis pun dapat mengamati lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Mungkin, banyak anak-anak yang memiliki sifat seperti Karin yang bisa diamati. Penulis juga memiliki seorang anak. Penulis pun bisa mengamati tingkah laku anaknya.
Budaya yang ditonjolkan penulis dalam drama tersebut yaitu anak pintar selalu merasa senang ketika dipuji yang kebanyakan dari mereka langsung merasa dirinya paling pintar. Meskipun tidak semua anak seperti itu, tetapi tidak mudah meninggalkan watak seperti Karin bagi anak yang sering berprestasi. Lalu, ketika si anak itu sukses, kebanyakan dari mereka melupakan jasa orangtuanya dan selalu beranggapan bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Dan ketika tertimpa musibah barulah ia akan menyadari bahwa orang tualah yang amat berjasa dalam hidupnya. Dalam sebuah cerita, selalu diungkapkan penyesalan yang datang di akhir.

F.     Latar Belakang Pendidikan

Penulis tentu merupakan pemerhati anak.  Hal ini tak lepas dari perannya sebagai pendidik. Melalui naskah drama dan biografinya, kita bisa menyimpulkan bahwa penulis sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan drama. Drama tersebut seolah-olah ditemukan dari salah satu anak didiknya. Penulis merupakan guru yang aktif. Ia lebih suka praktik langsung daripada sekadar mengajar teori. Sehari-hari, dunia pendidikan sudah menjadi bagian dari hidupnya.

G.    Latar Belakang Agama

Dalam menciptakan sebuah naskah drama, penulis tentu ingin menyampaikan pesan secara tersirat dalam drama yang ditulisnya. Misalnya pada drama Bunda, Maafkan aku, penulis ingin menyampaikan pesan kepada anak-anak bahwa kita tidak boleh sombong dan tidak boleh membentak-bentak orang tua. Secara tidak langsung penulis ingin mengajarkan nilai-nilai moral sekaligus nilai agama pada anak-anak. Di dalam Islam, agama tidak memperbolehkan bersikap kasar kepada orang tua. Anak yang durhaka kepada orang tua akan mendapat laknat dari Allah. Bisa jadi, penulis merupakan sosok yang religius karena menuangkan unsur keagamaan dalam naskah drama yang ditulisnya.






Lampiran Naskah Drama Anak "Bundaku, Maafkan Aku."

“Bunda, Maafkan Aku”

Karin sangat pintar. Ia berprestasi tinggi dan selalu menjadi juara. Tetapi ia lupa pada ibunya saat sudah besar, ia menjadi orang yang berhasil. Ia sudah menjadi seorang dokter sesuai dengan cita-citanya.
Suatu ketika, ia terkena sakit parah, ternyata yang datang pertama kali adalah ibunya...yang dulu pernah ia sia-siakan. Akankah ia sadar akan kesalahannya itu? Mari kita saksikan pada drama “BUNDA, MAAFKAN AKU”

Adegan 1
Karin selalu menjadi juara kelas di sekolahnya.
Mila     : “Selamat ya, Rin. Kamu selalu menang!”
Nana    : “Kamu hebat deh, Rin! Aku ngiri sama kamu...”
Karin    : “Iya dong. Aku emang hebat. Kalian berjuang dong biar bisa kayak aku!”
Lila      : “Aah...gimana caranya bisa kayak kamu. Otakmu udah encer gitu!”
Tiba-tiba datanglah Rara, Tina dan Kaila di tengah-tengah mereka.
Rara    : “Eh, Karin. Jangan lupa berterimakasih kepada ibumu. Jangan seneng-seneng aja!”
Kaila    : “Iya, Rin. Jangan sampai kamu melupakan ibumu.”
Karin    : “Untuk apa berterimakasih sama ibu? Aku berhasil kan karena usahaku sendiri...”
Tina     : “Itu ibumu, Rin. Masa kamu nggak berterimakasih sedikitpun? Apa kamu nggak takut kena laknat Allah?”
Karin    : “Udah deh, nggak usah khutbah di sini. Khutbah itu di masjid.  Dan itu juga dilakukan oleh laki-laki!”
Karin meninggalkan mereka semua.
Adegan 2
Ibu       : “Ibu bangga padamu, Nak. Kamu selalu berprestasi.”
Karin    : “Huh! Nggak usah sok perhatian gitu deh, Bu.
Ibu       : “Nak. Kamu ini anak ibu. Ibu pasti selalu bangga dan bahagia dengan semua prestasimu. Kamu adalah kebanggaan ibu.”
Karin berlalu sambil menggebrak meja. Ia benci kepada ibunya.
Adegan 3
Dua puluh tahun kemudian, Karin sudah menjadi dokter anak.  Ia baru selesai memeriksa balita bernama Talita.
Mama : “Terimakasih ya, dokter. Kami pamit dulu.”
Talita   : “Aku bisa sembuh nggak, dokter Kayin?”
Karin    : “Pasti Talita akan sembuh kok. Ibu yang baik ya menjaganya. Jangan lupa obatnya diminum.”
Mama : “Baik, dok.”
Adegan 4
Para dokter sekerja Karin begitu panik. Dokter Shinta, Nia, dan Sheryl mengitari Karin yang baru saja jatuh pingsan.
Shinta  : “Ada apa dengan Karin nih?”
Nia       : “Kita panggil dokter Reza!”
Sheryl  : “Ya. Aku akan memanggilnya sekarang. Kalian bawa Karin masuk dulu.”
S & N   : “Ayo, cepat!”
Adegan 5
Karin tertidur lemas.
Reza    : “Lambungnya bermasalah. Untuk sementara ia harus melakukan perawatan dulu di sini.”
Ibu Karin tiba-tiba datang.
Ibu       : “Apa yang terjadi  denganmu, Nak? Ibu sangat khawatir.”
Selama 24 jam ibu menemani Karin yang selama ini telah menyia-nyiakannya. Teman-temannya sangat kasihan pada ibunya.
Adegan 6
Karin terbangun dan mendapati ibunya berada di sampingnya. Ia menangis tergugu tak tahu harus berbuat apa. Dokter Reza menjelaskan bahwa selama ini yang menungguinya adalah ibunya. Karin lalu meminta maaf.



Selasa, 01 Oktober 2013

definisi Bimbingan dan Konseling

BIMBINGAN DAN KONSELING
A.    Pengertian Bimbingan
Bimbingan dan konseling berasal dari istilah bahasa inggris yaitu guindance dan conseling. Bimbingan secara umum diartikan sebagai bantuan, tetapi tidak semua bantuan adalah bimbingan karena bentuk bantuan dalam bimbingan membutuhkan syarat tertentu, bentuk tertentu , prosedur tertentu,  dan pelaksanaan tertentu sesuai dengan dasar prinsip dan tujuannya.
            Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh konselor yang memiliki kompetensi( professional) pada individu dari berbagai tahapan usiauntuk membantu mereka mengarahkan kehidupannya, mengembangkan pandangan hidupnya, menentukan keputusan bagi dirinya, dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya(Laksmi, 2003:3).
            Menurut Prayitno & Erman Amti (1994:99) Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang-orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bimbingan secara umum adalah bantuan atu pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan kesulitan dialam kehidupannya agar individu atau sekumpulan individu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.
Bimbingan menurut kelompok kami merupakan bantuan yang diberikan kepada individu atau sekelompok individu untuk mencapai kemandirian individu dan kegiatan bimbingan ini dilakukan secara sistematis dan terarah pada tujuan sebagai bentuk pencegahan untuk menghindari kesulitan-kesulitan hidup dan diharapkan dengan mendapat bantuan bisa mengembangkan potensi seoptimal mungkin.
B.     Pengertian Konseling
Konseling berasal dari bahasa latin yaitu consilium yang berarti dengan atau bersama yang dirangkai dengan kata menerima atau memahami.
Menurut Divisio of conseling psikologi (Prayitno,1994:1001) konseling diartikan sebagi suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, dimana proses tersebut terjadi setiap waktu.
Menurut James P. Adam yang dikutip oleh Depdikbud (1976; 19) Konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu antara seorang (konselor) membantu yang lain (konseli) supaya dia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubunganya dengan masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang.
Konseling secara umum adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.
            Konseling menurut kelompok kami adalah kontak atau hubungan (face to face) berupa bantuan dari seorang konselor kepada klien untuk menangani masalah yang dihadapi klien karena klien tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
            Simpulan :

Jadi kami simpulkan bahwa pengertian bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya se_optimal mungkin secara mandiri, sehingga bimbingan dan konseling merupakan satu kesatuan yang saling mengisi.

Selasa, 10 September 2013

Jenis Karangan



Karangan Argumentasi
Penyebab Pemanasan Global


Lapisan ozon yang terdapat di bagian atas dari atmosfer bumi kita ternyata makin menipis. Lapisan ozon ini terbentuk secara alami yang berfungsi untuk menapis sinar ultraviolet dari matahari. Sehingga kehidupan di bumi ini terhindar dari bencana. Sinar ultraviolet ini dapat merusak kehidupan biologis. Untung lah banyaknya sinar ini sudah dihalangi oleh lapisan ozon, sehingga 9-10% saja yang lolos ke bumi. Kini menurut pengamatan para pakar meteorologi, lapisan ozon itu kian menipis. Sebabnya tidak lain adalah akibat banyaknya gas kimia yang diproduksi oleh manusia di bumi. Gas itu bernama Chlorofluoro Carbon (CfC) dan halon.
Manusia sering menggunakan barang-barang seperti lemari es, AC, cat semprot, parfum aerosol, dan lain-lain. Padahal hal-hal tersebut dapat menyebabkan efek rumah kaca dan dapat berakibat pada penipisan atau lubang ozon. Tidak hanya itu, menurut Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, konsumsi energi bahan bakar fosil sebanyak 70% dari total konsumsi energi. Jadi,Indonesia mengemisikan gas rumah kaca sebesar 24,84% dari total emisi as rumah kaca.

Karangan Deskripsi
Biografi R.A. Kartini




R.A. Kartini adalah seorang pejuang perempuan yang lahir tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Beliau lahir dari pernikahan Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat dan M.A. Ngasirah. Ayahnya adalah seorang Bupati Jepara. Sedangkan ibunya tidak dari kalangan bangsawan.
R.A. Kartini adalah perempuan yang cerdas. Beliau disekolahkan di Europe Lagere School. Beliau selalu berusaha agar para perempuan dapat bebas mengeyam pendidikan layaknya laki-laki. Akan tetapi diusia 12 tahun, beliau dipingit karena akan dinikahkan dengan Bupati Rembang bernama K.R.M. Adipati Aryo Singgih Djojo Adiningrat yang sebelumnya sudah beristri 3. Beliau sempat mengirim surat kepada Mr. J.H. Abendanon yang berisi permohonan beasiswa untuk belajar di Belanda. Namun, tanpa sempat mewujudkan mimpinya, tanggal 12 November 1903 beliau menikah , saat itu berusia 24 tahun. Meskipun begitu, R.A.Kartini tetap bertekad untuk memperjuangkan hak perempuan.
Tanggal 13 September 1904, R.A.Kartini melahirkan anak yang diberi nama Soesalit. Akan tetapi selang beberapa hari yaitu tanggal 17 September 1904 beliau meninggal dunia dan dimakamkan di Bulu, Rembang.
Perjuangan R.A.Kartini tidak sia-sia karena keluarga Van Deventer mendirikan beberapa sekolah, yaitu di Yogyakarta, Cirebon, Malang, dan lain-lain. Sekolah-sekolah tersebut diberi nama Sekolah Kartini. Tidak hanya itu, J.H. Abendanon membuat buku berjudul Door Duiternis Tat Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku tersebut berisi perjuangan R.A.Kartini semasa hidupnya yang disusun melalui kumpulan surat-surat yang dikirim oleh beliau kepada teman-temannya di Eropa.
Untuk mengenang jasa-jasa beliau, di Jepara didirikan Museum Kartini yang berisi benda-benda bersejarah R.A. Kartini. Tidak hanya itu, setiap tanggal 21 April warga Indonesia memeringati sebagai hari Kartini.


Karangan Narasi
Tawuran Siswa SMA 6 dengan SMA 70

Senin, 24 September 2012 terjadi aksi tawuran antara siswa SMA 6 dengan siswa SMA 70. Tawuran terjadi di Bundaran Bulungan, Jakarta Selatan. Saat itu pukul 12.00, siswa-siswa SMA pulang sekolah karena ujian selesai. Lima siswa dari SMA 6 singgah ke penjual gulai tikungan untuk membeli. Akan tetapi, 20 siswa SMA 70 tiba-tiba datang dan mengeroyok tanpa alasan yang jelas. Satu diantara mereka membawa sabit. Karena tidak terima atas perlakuan dari siswa SMA 70, siswa SMA 6 pun melawan. Namun, karena jumlah yang terlalu banyak dari SMA 70, siswa SMA 6 pun kalah.
Aksi ini terjadi sekitar lebih kurang 15 menit dan berhenti karena dibubarkan oleh 2 guru dari SMA 6. Guru-guru yang melihat anak didiknya menjadi korban pengeroyokan segera membawa mereka ke Rumah Sakit Muhammadiyah. Korban luka-luka terdiri dari 2 orang, yaitu luka-luka di bagian pelipis dan luka-luka di jari tangan. Alwi, siswa kelas X SMA 6 juga menjadi korban karena terkena bacokan salah seorang siswa dari SMA 70. Malangnya, sat perjalanan menuju Rumah Sakit Muhammadiyah, Alwi tewas.
Karena kejadian ini 2 orang guru SMA 6, seorang guru SMA 70, dan dua saksi lain dimintai keterangan di Kepolisian. Sabit yang menjadi barang bukti pun diamankan oleh pihak polisi. Dan dua sekolah tersebut sedang dalam pengawasan polisi sebagai antisipasi kalau terjadi tawuran susulan. ”Sebelumnya sempat terjadi tawuran seperi ini sebelumnya tanggal 26 Januari 2012” ujar Ajun Komisaris Besar Hermawan.
Karangan Eksposisi
Resep Masakan Sate Bandeng

Bahan  :
1)      2 ekor bandeng masing-masing beratnya 500 gr.
2)      150 ml santan dari ½ butir kelapa.

Bumbu            :
1)      6 butir kacang merah.
2)      3 siung bawang putih.
3)      2 sendok teh ketumbar.
4)      ½ sendok teh terasi bakar.
5)      ½ sendok teh garam.

Cara membuat :
1)      Ambil 1 ekor ikan, pukul-pukul, lalu patahkan ekornya.
2)      Lakukan hal yang sama dengan ikan yang satunya lagi.
3)      Keruk dan keluarkan isi ikan dengan sendok.
4)      Buang tulang tengahnya.
5)      Kukus ikan bandeng 10-15 menit.
6)      Hilangkan duri-duri halus pada ikan.
7)      Haluskan bumbu dan oleskan pada ikan.
8)      Masak ikan dengan cara dipanggang hingga benar-benar kering.
9)      Setelah kering, tiriskan ikan pada piring, hias sesuai keinginan.
10)  Sate bandeng siap disantap, 1porsi untuk 8 orang.



Karangan Persuasi


Kokohkan Bangsa, Sehatkan Politik Indonesia!
Jayalah Indonesia Kita Tercinta!
Merdeka!

Karangan Eksposisi
Resep Masakan Sate Bandeng



Indonesia merupakan negara maritim, sehingga rata-rata warga negara Indonesia menyukai makanan laut, misalnya ikan, rumput laut, cumi-cumi, udang, dan lain-lain. Makanan laut mempunyai manfaat yang banyak. Protein yang terkandung pada makanan laut pun banyak.
Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang kaya manfaat. Maka dari itu, banyak yang menyukai ikan ini. Akan tetapi, rata-rata orang sering memasak ikan ini dengan cara dipresto. Sehingga, banyak orang yang bosan dengan menu masakan ini.
Tetapi, apabila seseorang mau berkreatif untuk membuat menu masakan dari bahan ikan bandeng, pasti memuaskan. Karena selain banyak manfaat, ikan ini enak. Selain dipresto, kita dapat membuat sate dari ikan bandeng.
Bahan yang dibutuhkan mudah saja, misalnya 2 ekor bandeng masing-masing beratnya 500 gr, dan 150 ml santan dari ½ butir kelapa. Dan untuk bumbunya kita hanya membutuhkan 6 butir kacang merah.3 siung bawang putih, 2 sendok teh ketumbar, ½ sendok teh terasi bakar, ½ sendok teh garam. Cara membuatnya pun mudah untuk dijalankan, yaitu ambil 1 ekor ikan, pukul-pukul, lalu patahkan ekornya. Lakukan hal yang sama dengan ikan yang satunya lagi. Keruk dan keluarkan isi ikan dengan sendok. Lalu, buang tulang tengahnya. Kukus ikan bandeng 10-15 menit. Hilangkan duri-duri halus pada ikan. Haluskan bumbu dan oleskan pada ikan. Masak ikan dengan cara dipanggang hingga benar-benar kering. Setelah kering, tiriskan ikan pada piring, hias sesuai keinginan. Sate bandeng siap disantap, 1porsi untuk 8 orang.
Jadi, jangan bosan untuk makan ikan bandeng. Karena kita dapat mencoba resep ini jika bosan dengan bandeng presto. Sate bandeng rasanya lezat jika dimakan bersama-sama saat makan siang atau makan malam.


Karangan Persuasi
Kokohkan Bangsa, Sehatkan Politik Indonesia!
Jayalah Indonesia Kita Tercinta!
Merdeka!


Politik Indonesia sekarang suram. Hal ini terjadi karena banyak orang yang melanggar hukum dengan berpolitik dengan cara kotor. Lalu apa yang terjadi jika hal ini terus berlangsung? Kita sebagai warga negara Indonesia haruslah sadar akan  kelangsungan hidup negara tercinta ini. Pancasaila dan Bendera Merah Putih sebagai saksi kita dalam membangun bangsa yang sehat, adil, dan sejahtera.
Sehatkan politik untuk kokohkan bangsa. Brantas perilaku tak mendidik dalam berpolitik. Buat Indonesia bangga memiliki kita sebagai penghuninya. Jayalah Indonesia kita tercinta.